7 Tips Agar Power Bank Lebih Tahan Lama Tidak Cepat Rusak

Hampir sebagian besar pengguna tablet dan smartphone memakai power bank untuk keperluan tenaga ekstra saat kondisi mendesak. Tak heran perangkat portable charger ini sudah tak bisa terpisahkan dari pemakaian gadget.

Power bank sering dibawa ke mana saja untuk menyuplai tenaga saat smartphone kesayangan hampir kehabisan daya sehingga tak perlu lagi melakukan isi ulang baterai sebagaimana mestinya atau tanpa colokan listrik.

Karena fungsi yang sangat penting dan harga cukup menguras kantong, sebaiknya pengguna menjaga kondisi power bank agar tetap awet dan tahan lama. Bagaimana caranya? Simak sejumlah tips berikut!

1. Pakai saat butuh

Power bank menjadi alternatif terakhir saat daya baterai smartphone melemah sementara colokan listrik sulit ditemui. Meskipun demikian, jangan terus memakainya saat tengah berada di rumah atau dalam ruangan yang terdapat colokan listrik. Power bank yang dipakai terus menerus justru akan menurun kemampuannya. Oleh karena itu, pakai saja saat keadaan mendesak dan berada di luar ruangan.

Power bank tahan lama

Power bank tahan lama

2. Hindari suhu ekstrim

Cari lokasi penyimpanan power bank yang tidak terlalu panas atau dingin. Kondisi suhu ruangan yang tidak tepat justru memberi efek samping negatif yakni mudah rusak. Sebaiknya simpan power bank di tempat yang sesuai, yaitu suhu lingkungan tak terlalu ekstrim, entah itu panas atau dingin.

Selain itu, power bank tak boleh terkena paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama karena bisa merusak komponen didalamnya. Power bank yang sudah rusak tak akan bisa dipakai kembali, artinya harus beli baru dan mengeluarkan biaya.

3. Kapasitas daya

Selain memperhatikan merk power bank terbaik, sebaiknya pilih yang mengusung kapasitas daya besar daripada baterai smartphone atau tablet. Akan lebih baik jika power bank yang dipilih punya kapasitas minimal dua kali dari kapasitas baterai gadget. Contoh, bila smartphone memiliki kapasitas daya baterai 2000 mAh, disarankan pilih power bank dengan kapasitas minimal 4000 mAh.

4. Isi penuh saat charging

Power bank tak ubahnya seperti penyuplai daya ekstra untuk digunakan dalam kondisi darurat. Agar fungsinya lebih optimal, pastikan daya baterai power bank terisi penuh saat charging. Memang benar, semakin besar kapasitas baterai turut mempengaruhi durasi waktu pengisian daya yang cenderung lebih lama. Supaya bisa terisi penuh, atur waktu kapan harus melakukan charging agar power bank siap dibawa kapanpun dibutuhkan.

5. Jangan terjatuh atau terbentur

Power bank tidak dirancang sebagai perangkat tahan banting, sehingga rentan rusak jika terjatuh atau kena benturan keras. Oleh karena itu, disarankan untuk menjaga power bank agar tidak mengalami kejadian di atas yang sangat merugikan. Simpan power bank di tempat atau wadah yang aman.

6. Abaikan fitur tak penting

Saat ini power bank tersedia dalam beragam merk, model serta kapasitas daya. Namun ada pula yang menawarkan fitur tambahan yang penting dan tak penting. Pertimbangkan memilih power bank dengan fitur senter yang sangat berguna sebagai penerang jika mati lampu atau dalam keadaan gelap.

7. Kabel data bawaan gadget

Saat membeli power bank, biasanya disertai sejumlah kabel data atau koneksi dalam satu paket penjualan. Walaupun kabel bawaan powerbank bisa dipakai untuk mengirim daya listrik ke gadget, disarankan memakai kabel data asli bawaan gadget. Biasanya kabel bawaan power bank tidak cocok dengan gadget, bahkan tak bisa menghantarkan daya listrik dengan baik. Ketidakcocokan justru menghambat proses pengisian daya baterai sehingga jadi lebih lambat dan bisa merusak baterai gadget.

Sebelum membeli power bank ada baiknya sahabat Lepi.web.id membaca mengenai 7 Tips Sederhana Memilih Power Bank Yang Handal

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *